“Ini, Angela.”

Usiaku baru saja beranjak delapan belas tahun. Aku baru saja memasuki usia dewasa, dan ini tandanya aku sudah siap. Siap untuk hidup seorang diri. Dan juga, mentor sekaligus sosok ayah bagiku itu juga telah siap menyerahkan tahtanya padaku. Sudah waktunya ia menjalani hidup sebagai penduduk biasa, dan aku? Kehidupanku sebagai seorang pencuri baru saja dimulai.

Kuterima kunci apartemen yang diberikan oleh Arthur, mentorku. Aku membungkukkan tubuh sebagai bentuk hormat serta penunjuk rasa terima kasihku padanya.

“Aku tahu kau tidak akan mengecewakanku.” Ia berkata. Kuasanya mengacak-acak rambutku, namun aku tidak peduli. Aku hanya tersenyum miring mendengarnya.

Dia benar. Aku tidak akan mengecewakannya. Arthur Kim, sang pencuri terhebat sudah mengajarkanku setiap gerak-gerik yang ia lakukan kala bekerja, dan aku sudah terbukti melakukannya dengan lebih baik. Aku sudah tahu segala cara yang ada di buku. Bahkan aku juga sudah membuat beberapa caraku sendiri.

Aku kembali bangkit dan melihat lelaki yang sudah menjadi layaknya orang tua bagiku itu pergi meninggalkan apartemen. Kini, aku akan tinggal seorang diri di sini. Arthur membelikanku tempat ini untuk kutinggali. Sengaja ia memilih satu apartemen di distrik kelas atas yang dapat membuatku merasa lebih aman pula nyaman. Ia sangat mengenalku dan sifat-sifat paranoid yang kumiliki. Bagaimana tidak? Ia juga yang mengajarkanku untuk tetap memiliki sifat itu. Kadang melelahkan, tetapi mengingat pekerjaanku, itu adalah sebuah keharusan.

Aku mulai melangkahkan kakiku untuk mengeksplorasi lebih jauh tempat tinggal baruku ini. Arthur tak pernah membawaku kesini sebelumnya, sehingga aku belum tahu apartemen ini berisi kamar apa saja dan ada berapa jumlahnya. Aku sangat tidak sabar ingin mengubah apartemen ini menjadi sarang pencurian terhebat sepanjang masa.

Aku menemukan dua kamar mandi, dengan salah satu terletak di dalam sebuah kamar tidur. Kamar tidur itu akan menjadi milikku, tentu saja. Kemudian, aku menemukan satu lagi kamar tidur. Sepertinya itu bisa ku ubah menjadi brankas layaknya yang dimiliki oleh bank. Memikirkannya saja sudah membuatku sangat bersemangat! Potensi apartemen ini banyak sekali!

Seumur hidupku, baru ini aku merasakan bebas, yang benar-benar bebas, jika kau tahu maksudku. Aku senang menjadi dewasa! Aku tak pernah paham mengapa banyak yang membenci kenaikan umur mereka ke usia legal sepertiku. Bukankah dengan ini kau lebih banyak terbuka pada keuntungan yang tak terbatas? Seperti, kau bisa minum alkohol (Ah, aku harus membelinya nanti sebagai perayaan tempat baru!), lalu pergi ke klub malam dan bersenang-senang, dan juga pulang tanpa batas waktu malam! Bukankah itu mengasyikkan? Menjalani hidup untukmu sendiri? Ah, aku sudah tidak sabar hendak memulai hidupku sebagai orang dewasa!